pinterdionline.com – Kecanggihan era digital menggeser alat pembayaran masyarakat yang semula memakai uang tunai menjadi metode cashless atau non tunai. Dalam beberapa tahun terakhir pengguna uang elektronik semakin pesat. Ditambah, gencarnya gerakan non tunai untuk membayar moda transportasi umum seperti bus TransJakarta, komuter Line hingga masuk jalan tol.

Berbeda dengan kartu kredit yang lebih dahulu populer. Kartu Tap membutuhkan top up atau isi ulang agar bisa selalu dipakai jika limit sudah habis. Jika pengisian ulang Kartu Tap lebih dari Rp 200 ribu akan dikenai biaya tambahan sebesar maksimal Rp 1.500.

Memakai Kartu Tap di era digital seperti sekarang, mendatangkan banyak keuntungan. Apa saja? Yuk, kita kupas bersama keuntungan menggunakan Kartu Tap untuk pembayaran non tunai atau cashless:

Transaksi lebih cepat

Semakin cepat bertransaksi dengan metode cashless, maka akan semakin efisien waktu berharga yang kamu miliki. Tak perlu lagi repot mengantri lama untuk menunggu uang kembalian, karena transaksi cashless dengan Kartu Tap hanya butuh sekali gesek ataupun tempelkan di mesin NFC khusus. Begitu juga ketika berbelanja di mall, supermarket atau masuk ke pintu tol, semua serba cepat dan praktis.

Indahnya belanja dengan taburan diskon di beberapa toko ritel dan merchant

Untuk menambah kenyamanan dalam bertransaksi, penerbit Kartu Tap seperti bank, operator telekomunikasi dan pihak swasta lainnya seolah berlomba untuk menarik animo masyarakat beralih ke cashless. Diskon hampir selalu ada kemana pun kamu bertransaksi. Seperti makan di restoran, belanja di toko buku, atau toko fashion. Dan sejumlah merchant – merchant komersial populer lainnya.

Pengeluaran yang terkelola

Berbeda dengan metode uang tunai. Sudah lumrah ketika uang sisa kembalian di bawah Rp 500,- tak jarang kasir akan memberikan beberapa bungkus permen. Dan memasukkan nominal tersebut ke dalam laba toko. Padahal, dalam satu hari sudah berapa ratus orang yang “terpaksa” menyerahkan recehan tersebut. Hal ini berbeda jika memakai Kartu Tap atau uang elektronik. Tagihan yang dibayar sesuai dengan jumlah nominal yang harus dikuragi.Tidak perlu repot membayar uang pas atau menunggu kembalian yang terkadang justru diganti dengan permen.

Mendukung sistem PKL yang lebih rapi dan bebas preman

Gerakan non tunai yang digalakkan sejak 2010 tidak hanya dipakai oleh kalangan ritel atau supermarket besar. Tetapi, juga akan diaplikasikan kepada para pedagang kaki lima.

Jadi, kalau kamu mau jajan gorengan atau es krim di pinggir jalan, sudah bisa memakai Kartu Tap. Hal ini juga meminimalisir tindakan pemalakan yang kerap dilakukan oleh oknum atau preman jalanan.

Write A Comment