pinterdionline.com – Bagi Anda yang sudah sering melakukan transaksi online baik untuk mengakses mobile banking, membeli barang menggunakan credit card, atau transaksi online lainnya, tentu istilah One Time Password sudah familiar di telinga Anda bukan? One Time Password atau disingkat OTP ini merupakan fitur keamanan yang digencarkan oleh pihak bank dan merchant online agar meningkatkan mutu keamanan transaksi online.

Namun, penipuan online menggunakan OTP pun tetap kerap terjadi dengan berbagai metode. Berikut ini adalah salah satu contoh kasus modus penipuan online menggunakan OTP yang bisa kita pelajari bersama agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Dimulai dengan Tawaran yang Menarik

Sudah bukan hal baru jikalau penipu pasti menggunakan berbagai macam cara manis untuk menarik hati si calon korban. Adalah Dianna Anastasia, korban dari penipuan online yang belakangan ini viral di media sosial. Dianna tertipu ketika hendak membeli smartphone terbaru dengan harga yang jauh di bawah rata-rata. Smartphone seri terbaru dengan harga jauh di bawah rata-rata terdengar sangat menarik bukan? Sayangnya, kenyataannya tidak.

Proses Pembelian Tidak Jelas

Singkat cerita, sang pembeli tertarik dan langsung menghubungi sang seller (penipu) untuk segera memiliki smartphone tersebut, sampai akhirnya sang pembeli sadar ada yang janggal dalam proses pembelian. Ketika hendak melakukan pembayaran, sang pembeli diminta untuk mengirimkan kode OTP dengan alasan agar proses pengiriman barang bisa dipermudah.

Penipuan Pun Terjadi

OTP yang dikirim oleh seller tersebut ternyata adalah sebuah modus baru penipuan online dengan maksud mengelabui sang calon pembeli. Dengan menggunakan kode OTP tersebut, sang seller bisa melancarkan aksi sabotase transaksi secara otomatis yang bisa sangat merugikan sang pembeli, di mana sang pembeli bisa mendapatkan status pengiriman berhasil padahal barang sama sekali tidak dikirim oleh seller.

Kalau sudah begini, uang yang di-transfer pun akan lenyap dan barang yang dipesan tidak akan pernah sampai. Bisa dilihat dari kasus ini, bahwa penipu di dunia digital semakin canggih dalam melancarkan aksi-aksinya, sehingga pembeli juga harus lebih cermat dan teliti dalam bertransaksi secara online.

Kasus seperti ini marak terjadi di e-commerce dan proses pertanggung-jawabannya pun sulit, karena di satu sisi penipuan OTP ini bisa terjadi karena kecerobohan sang pembeli yang tidak berhati-hati. Pasalnya, kode OTP hanya boleh diketahui oleh sang pembeli dan jangan sampai pihak lain ada yang tahu, khususnya seller.

Jadi, sebagai pembeli yang cerdas, Anda harus berhati-hati dalam bertransaksi online, sehingga penipuan online tidak akan menimpa Anda. Agar bisa lebih hati-hati lagi dalam bertransaksi online, pelajari juga modus-modus penipuan online lainnya agar Anda tidak mudah tertipu.

Write A Comment