pinterdionline.com – Selamat bagi pasangan pengantin baru! Kebahagiaan merayakan pesta pernikahan terkadang masih terasa hingga beberapa bulan di depan. Namun, setelah benar – benar lepas dari tanggung jawab orang tua. Apakah pasangan pengantin baru bisa bertahan dan mandiri?

Banyak pasangan pengantin baru yang belum memahami bagaimana mengatur rencana keuangan setelah membina biduk rumah tangga. Tak seperti masa pacaran yang serba indah dan romantis.

Jenjang pernikahan adalah level pembelajaran seumur hidup bagi kedua insan yang sah mengikat komitmen sebagai suami – istri.

Mengatur anggaran rumah tangga untuk belanja sehari – hari bagi dua orang ketika masih berstatus pasangan pengantin baru, mungkin tidak terlalu sulit. Tetapi, bagaimana nanti dengan kehadiran sang buah hati. Tentunya, kebutuhan juga akan semakin bertambah dengan kehadiran satu mulut lagi yang harus disuapi. Nah, bagaiaman mengelola keuangan pengantin baru yang ideal? Ulasan berikut bisa menjadi inspirasimu:

Masih ada kebutuhan yang jauh lebih banyak ketimbang pesta pernikahan

Pernikahan adalah momen seumur hidup yang sakral dan akan diingat sepanjang masa. Tidak heran jika banyak pasangan menggelar pesta pernikahan dengan meriah dan dalam waktu berhari – hari. Tidak ada yang melarang dan sah saja. Akan tetapi, perlu diingat bahwa setelah pesta usai, kalian akan menjalani kehidupan pernikahan yang sebenarnya. Mungkin masih seindah pesta, tetapi ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Jadi, alih – alih hanya fokus pada kemeriahan pesta, bagaimana kalau kalian lebih memanfaatkan dana untuk investasi di masa depan.

Sisakan uang gaji untuk menabung

Mengelola keuangan yang ideal paling sederhana dimulai dengan mampu menyisihkan uang khusus untuk tabungan darurat setidaknya 30% dari uang pokok penghasilanmu. Jika hanya salah satu pasangan yang bekerja, maka uang gaji harus dibagi – bagi sesuai kebutuhan. Misalnya uang transport sehari – hari, uang belanja untuk makan, cicilan rumah, dan sisakan juga untuk tabungan dana darurat.

Berani berinvestasi di usia muda

Siapa bilang investasi itu kalau sudah tua? Justru ketika kamu masih muda dan produktif, adalah saat yang tepat untuk berinvestasi. Apalagi, sebagai pasangan pengantin baru yang mungkin masih asyik dengan masa pacaran setelah menikah, kalian masih belum direpotkan dengan adanya si buah hati. Berinvestasi dalam jangka pendek seperti deposito berjangka atau properti sangat menguntungkan meski hanya dalam hitungan satu atau dua tahun.

Write A Comment