pinterdionline.com – Banyak sekali modus serta metode penipuan online yang dilancarkan oleh para penipu. Mulai dari yang terang-terangan sampai yang tak terlihat, semua dilakukan untuk mengelabui calon pembeli. Di satu kasus, Anda bisa ditipu secara terang-terangan bahwa Anda telah ditipu dan rugi cukup besar. Di kasus lain, Anda bisa ditipu secara perlahan sampai akhirnya Anda sadar bahwa barang yang Anda beli tidak akan pernah sampai ke tujuan.

Apa saja sih memangnya jenis-jenis penipuan menggunakan metode pengiriman? Simak beberapa contoh berikut.

Oknum Mafia Bea Cukai

Bukan hal asing lagi bagi Anda yang sering membeli barang dari luar negeri ketika mendengar nama Mafia Bea Cukai. Setiap barang yang dikirimkan dari luar negeri, akan ada pemeriksaan dari petugas bea cukai sebelum barang tersebut sampai ke tangan konsumen. Namun, di saat ini lah biasanya ada oknum nakal yang beraksi.

Pemeriksaan ini memang prosedur yang penting, untuk menghalau adanya penyelundupan obat terlarang atau barang-berbahaya lainnya. Namun, untuk hal-hal lain seperti barang elektronik atau kebutuhan sehari-hari, biasanya ada oknum yang meminta Anda untuk membayar uang lebih (yang seharusnya tidak ada) agar barang Anda bisa lolos pengecekan. Seharusnya, barang-barang tersebut tidak perlu diperiksa dan bisa langsung diteruskan kepada pemesan.

Memalsukan Resi Pengiriman Barang

Bentuk lain penipuan online dalam hal pengiriman adalah pemalsuan nomor resi yang dilakukan oleh seller penipu. Dengan sedikit skill manipulasi gambar, sang penipu bisa mengirimkan Anda resi bohongan untuk memperdaya pembeli seolah-olah barang benar-benar dikirim. Jika Anda menerima resi, sebaiknya segera cek nomor resi tersebut untuk membuktikan bahwa resi tersebut benar ada.

Memalsukan Harga Asuransi Pengiriman Barang

Untuk pengiriman barang-barang yang termasuk kategori mewah atau pecah belah biasanya harus diasuransikan agar pengiriman barang terjamin, sehingga jika ada kerusakan atau cacat pada barang yang dikirim, Anda bisa mengklaim pengganti barang tersebut. Namun, terkadang seller penipu dengan sengaja menaikkan harga asuransi, kadang sampai ke angka yang tidak wajar tingginya.

Dari ketiga contoh penipuan online di atas, kita bisa mempelajari bahwa para penipu sangat pintar dalam mengambil celah untuk menipu konsumen. Untuk itu, Anda harus lebih berhati-hati ketika hendak belanja online. Masih banyak modus penipuan online lainnya yang perlu Anda ketahui agar bisa lebih waspada ketika berbelanja online.

Write A Comment