pinterdionline.com –┬áBelakangan ini rencana pemerintah untuk mengurangi penggunaan uang tunai dengan menggantnya dengan e-money mendapatkan banyak reaksi dari masyarakat. Ada yang setuju, ada yang menolak dengan berbagai alasan. Sudah dengar tentang pengendara yang memaksa membayar dengan uang tunai di gerbang tol? Ya, itu hanya salah satunya. Saat ini seluruh gerbang tol hanya menerima pembayaran dengan uang elektronik. Hampir seluruh moda transportasi umum yang dikelola pemerintah sudah menerapkan cara bayar elektronik. Misalnya Transjakarta dan Commuter Line.

Pernah terbayangkan jika pada akhirnya semua transaksi di dunia akan menggunakan uang elektronik? Apa yang akan terjadi jika suatu hari uang tunai seluruhnya digantikan uang elektronik?

Transaksi Lebih Ringkas

Kamu tidak perlu membawa begitu banyak uang tunai di dompet. Mungkin kamu hanya perlu membawa satu kartu kemana-mana. Uang elektronik berarti kamu bisa mengendalikan keuanganmu dalam satu akun. Tidak perlu lagi mengantri untuk bayar segala keperluan bulanan, semua dapat kamu lakukan dengan mudah di smartphone.

Kehilangan Privasi

Salah satu ciri transaksi elektronik adalah mudah dilacak. Ya, memang ada manfaatnya, misalnya tidak akan ada lagi black market. Tapi coba bayangkan, semua transaksi kita akan dipantau, bisa diperiksa dan dimanipulasi. Beli pulsa? Nomor telepon kita akan direkam. Pembayaran kartu kredit? Keuangan kita akan diperiksa. Pemerintah bahkan akan tahu restoran favoritmu karena frekuensi kamu belanja di sana.

Pemerintah sangat suka dengan transaksi elektronik. Uang elektronik juga jauh lebih sulit disembunyikan dari petugas pajak. Mungkin jika kamu adalah warga negara yang jujur, kamu tidak akan merasakan kerugian tetapi memang cukup meresahkan.

Benarkah Uang Elektronik Lebih Ramah Lingkungan?

Kamu pasti pernah dengar soal gerakan Go Green, kan? Orang-orang percaya penggunaan uang kertas sangat bertentangan dengan gerakan tersebut. Sehingga banyak yang mendukung penggunaan uang elektronik karena alasan itu.

Padahal produksi dan penggunaan mata uang elektronik (barang elektronik), dari mulai proses ekstraksi logam, menyebabkan pencemaran yang lebih besar dibandingkan dengan pencemaran akibat penggunaan kertas. Mata uang elektronik juga memerlukan rangkaian panjang sistem elektronik untuk mendukung prosesnya. Nah, semua sistem elektronik ini tentu membutuhkan baterai dan listrik agar dapat berfungsi, belum lagi proses produksinya melibatkan plastik dan logam langka.

Selain fakta-fakta di atas, masih banyak hal yang mungkin terjadi jika uang elektronik benar-benar menggantikan uang tunai. Contohnya saja, apakah kamu yakin semua kartu dapat digunakan di mesin saat kita butuh. Lagipula tidak semua daerah memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung transaksi elektronik. Jadi, kamu setuju nggak kalau semua uang tunai digantikan uang elektronik?

 

Write A Comment