pinterdionline.com – Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa membeli berbagai barang kebutuhan dasar sampai berinvestasi dapat dilakukan semudah menyentuh jari ke layar smartphone-mu. Sebut saja jasa layanan transportasi online sampai usaha ritel yang telah menyediakan platform pembayaran nontunainya masing-masing. Belum lagi berbagai aplikasi yang mendapat izin membuat sistem pembayaran nontunai yang sejalan dengan niat pemerintah untuk membuat less cash society.

Namun, apa jadinya bila usaha kecil seperti pedagang kaki lima juga turut menjalankan sistem pembayaran ini? Negara-negara dunia ketiga berikut punya persoalan masing-masing.

India

Di negara seperti India, sistem pembayaran elektronik masih sulit diaplikasikan oleh pedagang kaki lima. Pedagang sayur di pasar seringkali mengeluhkan penurunan margin karena tidak semua pihak akrab dengan platform pembayaran elektronik. Mereka mengetengahkan masalah kemiskinan yang membuat seseorang buta huruf atau tak punya smartphone untuk mengakses pembayaran elektronik.

Thailand

Hal berbeda terjadi di Bangkok, Thailand. Sebagian pedagang kaki lima mengaku senang menyambut sistem pembayaran elektronik. Sistem ini dianggap mempermudah jalur transaksi dan memberi keamanan pada penjual maupun pembeli. Pada jam-jam sibuk, sistem pembayaran ini mempercepat proses jual beli. Selain itu, mereka tidak perlu lagi was-was mengangkut sejumlah uang tunai dengan ancaman perampokan. Hal ini juga membantu mereka mengurangi kesempatan menerima uang palsu.

Indonesia

Di Indonesia, sistem pembayaran elektronik di PKL sempat dicanangkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Ia sempat berencana membuat sistem pembayaran terintegrasi berbasis online bagi para PKL di simpang Monas. Sistemnya akan mirip dengan sistem pembayaran parkir di sejumlah titik wisata di Jakarta. Pemerintah akan memulai sistem pembayaran nontunai dengan penyediaan kartu. Bila kebiasaan berbelanja masyarakat telah semakin maju, pemerintah siap memfasilitasi platform pembayaran nirkartu.

Tentu saja untuk memulai penerapan sistem pembayaran nontunai ini, pemerintah harus terlebih dahulu mampu merapikan infrastruktur yang mendukung kelancaran pembayaran, seperti membuka akses internet cepat dan penyediaan gawai murah. Tak lupa pula menggencarkan sosialisasi program ke setiap lini masyarakat terutama mereka yang kesulitan mengakses informasi. Dengan demikian, sistem pembayaran nontunai dapat diterapkan dengan lancar tanpa pandang bulu.

Write A Comment